Dalam sebuah perang, ada seorang anak kecil yang berdiri di samping abdurrahman bin auf, anak kecil itu bertanya, “paman, tunjukkanlah padaku mana abu jahl?” lalu abdurrahman bin auf balik bertanya pada anak tersebut untuk appa dia perlu mengetahui wajah abu jahl, si anak menjawab, “demi Allah, jika aku menjumpainya dalam aku tidak akan melepaskannya karena di adalah orang yang sering menyakiti rasulullah.” tidak lama setelah itu, datang anak lainnya yang menanyakan hal yang sama dan maksud yang sama. (dari hadist riwayat bukhari) padahal pedang yang mereka bawa masih terseret seret ditanah karena panjang pedang dan tinggi tubuh mereka yang hampir sama.
dilain tempat, seorang pasukan yang bermata buta juga tak kalah semangatnya dalam berjuang membela islam, abdullah bin ummi maktum. selain itu juga banyak lagi pasukan pasukan yang kondisi fisiknya tak kuat menampung semangat jihad yang begitu besar.
tapi apakah yang menyebabkan orang orang tersebut ikut dalam peperangan? islam, islam membuat mereka, tak hanya orang dengan fisik kuat, tetapi juga anak anak, orang yang lemah, begitu berani menghadapi kematian. disaat orang kafir berjuang untuk mempertahankan kehidupannya, orang islam justru berperang untuk dua hal yang jauh berlawanan, hidup mulia dengan menang atau mati syahid. dua tujuan yang pasti didapat salah satunya. dan keduanya merupakan hal yang sama sama baiknya. inilah yang membuat setiap pasukan islam menjadi sangat ganas di medan tempur.
tetapi, meskipun dalam setiap peperangan mereka pasti menghadapi dua akhir yang sama sama baik, bukan berarti mereka melakukannya dengan modal nekat untuk mengejar syahid. umat islam berperang dengan persiapan terbaik. mereka berusaha menghadirkan pertolongan Allah dengan membuat jalannya, membuat kondisi kondisi yang memungkinkan sehingga Allah berkenan menghadirkan pertolongannya. walaupun pertolongan Allah datang dari arah yang tidak bisa diduga.
tetapi, Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (quran surat ash shaff ayat 4)
dalam perang qadisiyah, bahu membahu para pasukan islam berusaha menyebrangi sungai yang luas di iraq dengan cara bergandengan tangan satu sama lain. usaha membelah sungai oleh pasukan islam itu sungguh menggetarkan panglima rustrum. ditengah usaha mereka membelah sungai, seorang pasukan islam berteriak, “kantung airku! kantung airku!” lalu apa yang terjadi? seluruh pasukan tadi mengobok obok sungai untuk mencari kantung air milik salah satu saudaranya tersebut. kejadian ini semaikn membuat gentar panglima rustrum. hanya karena satu kantong air milik pasukan yang hilang, yang belum tentu mereka mengenal dengan dekat, mereka bersedia mengobok obok sungai. lalu apa yang akan terjadi kalau nyawa seorang temannya yang hilang?
sungguh, mereka berperang tidak hanya dengan kenekatan, mereka membawa iman, semangat baja, mereka membawa persatuan, ukhuwah, senjata senjata itulah yang tidak dibawa oleh orang orang kafir.
sedangkan untuk menjemput pertolongan Allah, mereka menyiapkan kuda terbaik, mereka mengasah pedang setajam mungkin, mereka menyiapkan ribuan anak panah, tombak. juga peralatan pendukung peperangan lainnya.
“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).” (quran surat al anfal ayat 60)
Wajar bila dizaman mereka muncul pejuang pejuang tangguh seperti khalid bin walid, wajar pula bila anak anak dan orang cacat menjadi sangat ganas dan menakutkan ketika berhadapan dengan musuh Allah.
lalu, bagaimana dengan kita? persiapan apa sajakah yang sudah kita buat untuk menyambut pertolongan Allah? sudahkah dakwah yang kita jalani kita persiapkan dengan persiapan terbaik? sudahkah dalam setiap perjuangan kita membawa semangat persatuan? Sudahkah?!
terinspirasi dari : menggenggam bara islam karya abay
Incoming search terms:
- BIOGRAFI ABDURRAHMAN BIN AUF
- khilafah wallpaper
- abou jahl
- abdurrahman bin auf
- anak kecil
- ANAK KECIL BERGANDENGAN
- kebaikan dalam peperangan
- PERSIAPAN MENGHADAPI MATI
Related posts:
